Selasa, 28 Maret 2006, SUARA MERDEKA
SEMARANG
Line

Kecap Biji Nangka, Aroma Dagingnya Terasa Betul

SIAPA bilang biji nangka hanyalah limbah yang tak layak dikonsumsi? Itulah yang coba diungkapkan tiga siswa SMA Theresiana 01 Semarang, yakni Dimas Hokka Pratama S, Rani Hapsari, dan Novita IP. Dari tangan ketiga siswa kelas I program imersi pada SMA yang beralamat di Jl Mayjen Soetoyo 69 Semarang ini, biji nangka bisa diubah menjadi kecap manis yang memiliki nilai gizi tinggi.

''Rasanya gurih dan enak. Selain itu, aroma dagingnya terasa betul,'' kata Dimas di sekolahnya, Senin (27/3).

Ya, berkat kecap beton itulah ketiga siswa tersebut berhasil meraih juara pertama dalam lomba karya ilmiah tingkat SMA/ SMK se-Karesidenan Semarang, di Universitas Semarang (USM), Sabtu (25/3) lalu.

Dalam kegiatan itu, mereka menampilkan hasil olahan dilengkapi dengan karya tulis ilmiah berjudul ''Pemanfaatan Limbah Beton sebagai Alternatif Bahan Baku Pembuatan Kecap Manis''.

Mengapa biji nangka dipilih? Sebab, selama ini barang tersebut hanya menjadi limbah dari buah nangka yang jarang dimanfaatkan orang. Paling-paling direbus untuk camilan pada masyarakat pedesaan atau sebagai makanan ternak. Padahal, berdasarkan pengujian laboratorium yang dilakukan siswa tersebut, dalam beton terdapat kandungan air 6,57 %, abu 3,82 %, lemak 1,56 %, protein 11,97 %, serat kasar 6,22 %, BTN 69,86 %, energi 341,4 kkal/100 gram, dan karbohidrat 54,34 %.

Bebas MSG

Dimas mengungkapkan, dia bersama teman-temannya sejak 1,5 bulan lalu telah meneliti kandungan beton. Nah, begitu ada lomba karya ilmiah, mereka kemudian meneliti lebih lanjut pemanfaatan biji nangka tersebut.

''Mula-mula, beton dicuci sampai bersih. Selanjutnya, direndam selama 12-15 jam, lalu dimasak hingga lunak. Setelah itu ditiriskan hingga dingin, lalu diberi jamur tempe untuk mendapatkan proses fermentasi,'' kata Dimas didampingi guru pendamping, Purniati.

Untuk mendapatkan kualitas dan rasa kecap yang diinginkan, Rani menyatakan, hal itu sangat tergantung pada pemberian bumbu gula kelapa dan rempah-rempah lain. Kelebihan kecap berbahan dasar beton dibandingkan kecap selazimnya adalah beraroma daging.

Pada kecap dari biji kedelai, aroma semacam ini tidak dijumpai. Maka, apabila dikembangkan lebih lanjut, kecap biji nangka ini dimungkinkan justru lebih disukai masyarakat. Selain itu, keunggulan kecap karya siswa SMA Theresiana ini adalah tanpa penyedap rasa tambahan (MSG), sehingga sehat untuk dikonsumsi.

''Dari residu proses pembuatan kecap beton, masih bisa dimanfaatkan untuk kerupuk. Rasanya tidak kalah dengan kerupuk rambak ikan tenggiri yang biasa dipasaran,'' ujar Novita.

Namun sayang, saat Suara Merdeka melihat proses pembuatan di sekolah mereka, kecap belum matang, sehingga tak bisa merasakan. (Widodo Prasetyo-18d)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Pengendali... Andakah?

20 yang Ter............... di Dunia